Maafkan Aku Ibu – In Memoriem

Assalamu’alaikum Warahmatullahi  Wabarokatuh…

Mau Nulis Lagi untuk Mengingat Mendiang Almarhumah Ibunda, Sosok Paling Spesial dalam hidup saya…

Tepat tiga tahun satu pekan, setelah bapak wafat, ibunda tercinta pun menyusul. Takdir dari Allah SWT telah menentukan waktunya tuk kembali. Meninggalnya Ibunda justru yang paling membuat saya terguncang. Hipertensi yang sudah diderita selama merawat bapak menjadi salah satu penyebab almarhumah ibu menderita Gagal Ginjal yang baru kami ketahui 4 bulan sebelum ibunda wafat.

Sedo-nya (meninggalnya) Ibu sangat mengguncang saya secara pribadi. Sosok yang dekat secara emosional menjadi tempat curhat dan diskusi tiba-tiba seperti hilang dari keseharian saya. Dua pekan pasca meninggalnya Ibunda bahkan saya akhirnya sempat mengalami depresi ringan karena perasaan dosa belum bisa hilang. Asal lambung yang tak kunjung sembuh tidak seperti biasanya. Kemudian saya minta bantuan istri untuk mencari solusi permasalahan saya ini.

Alhamdulillah Fase “kehilangan” ini tidak berlangsung berlarut-larut. Saya akhirnya mencari “teman curhat” ke seorang Terapis,  yang dengan perantara beliau biidznillah saya diingatkan oleh beliau untuk tidak “menyiksa diri saya” dengan sakit maagh tetapi fokus kembali beramal jariyah untuk Ibu dan Bapak agar pahala terus mengalir kepada mereka. Subhanallah…setelah tiga hari pasca terapi, magh saya sembuh tanpa obat.

Disini ijinkan aku menulis ungkapan hatiku untuk Ibunda….

Ibu…

Ibu…sunggguh aku merasakan betapa kasihmu sepanjang hidupku. Sebagai satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga, kau selalu mengajakku bicara hal penting dalam rumah tangga seakan kau mengatakan kelak aku akan menjadi seorang bapak seperti halnya almarhum bapak. Terima kasih atas kepercayaanmu kepadaku menjadi teman diskusimu, kini aku jadikan istriku juga sebagai teman diskusiku sebagaimana engkau mengajarkanku.

Ibu…aku ingat saat aku masih belum tahu apa arti rumah tangga, pernah terceletuk lisanku mengatakan. Kelak kau jangan tinggal bersamaku, spontan kau katakan kelak engkau tak ingin merepotkan aku ….hiks….hiks….Meskipun setelah itu aku minta maaf sujud bersimpuh di hadapanmu tapi engkau tetap mengatakan itu. Sampai saat terakhirmu kau katakan lagi maafmu yang telah merepotkan aku….sebelum 18 Hari kau diam di ruang ICU sampai Allah SWT menjemputmu…

Ibu…Perasaanmu yang halus seperti sutera, membuat aku merasakan hal yang sama sepertimu. Katanya istriku…Aku ini laki-laki paling halus perasaannya. Sampai dibohongi orang pun aku masih minta maaf, dirugikan orang pun masih aku ganti uangnya. Tapi engkau sosok yang melindungiku ditengah ketegasan bapak yang kadang terlihat terlalu “keras” kepadaku.

Ibu…maafkan aku yang belum bisa membelikan kain baju dan kerudung kesenanganmu. Cuma kiriman uang sedikit dari gajiku yang tak seberapa. Tapi kau selalu menanyakan, apa aku sudah punya uang untukmu. Sungguh ibu, cuman itu yang bisa aku persembahkan untukmu dan aku malu mengatakan betapa itu semua belum seujung kuku kasih yang telah kau berikan padaku dari kecil hingga aku dewasa…

Ibu…aku bangga disaat terakhirmu engkau bersamaku engkau banyak bercerita betapa hebatnya sosok bapak bagimu. Kehilangan sosok Suami seperti bapak ternyata membuatmu kehilangan separuh hidupmu. Itu yang sering kau ceritakan kepadaku. Aku pun berjanji akan menjagamu sama seperti bapak menjagamu meskipun itu tidak lama. Menemanimu tidur, menyuapimu makan, mencarikan makanan kesukaanmu. Entahlah rasanya aku ingin Ibu yakin aku ini layak menjadi seorang ayah seperti bapak…

Ibu…gak ada kata yang lain yang bisa mengungkapkan perasaanku bahwa aku sayang ibu. Aku berjanji akan banyak mendoakan Ibu disetiap Sholatku. Bershodaqoh dan berinfaq atas nama Bapak dan Ibu. Tenang-tenang disana ya Ibu…..Miss U.

ST12 – Dunia Pasti Berputar

Lirik
Dunia pasti berputar
Ada saatnya semua harus berubah
Ingat pasti bertukar
Kita harus siap hadapi semua
Ikhlaskan segalanya
Jalani semua yang ada di dunia
Dunia pasti berputar
Ada saatnya semua harus berubah
Ikhlaskan segalanya
Jalani semua yang ada
Dunia pasti berputar
Ada saatnya semua harus berubah
Ingat pasti bertukar
Kita harus siap hadapi semua
Ikhlaskan segalanya
Jalani semua yang ada
Tuhan pasti berikan kita
Segala yang indah
Dengan segala anugerah tuk kita
Yakinkan kita pasti bisa jalani semua
Jagalah semua yang telah ada
Tuk hidup kita
Dunia pasti berputar
Ada saatnya semua harus berubah
Ingat pasti bertukar
Kita harus siap hadapi semua
Ikhlaskan segalanya
Jalani semua yang ada di dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *