Maafkan Aku Bapak – In Memoriem

Assalamualaikum Wr Wb

Lelah Jiwa dan Raga tak kaurasakan untuk kebahagiaan anakmu ini. Ijinkan aku menulis ini untuk menebus rindu bertemu di dunia semoga Allah SWT akan mempertemukan di SurgaNYA kelak. Amin ya Robbal Alamin…

Sorry ya…lagi Meloww…. ini aku mau nulis tentang sebuah rasa cinta tak tertulis dan terkatakan teruntuk ayahanda dan ibunda tercinta yang telah banyak berkorban sejak aku kecil sampai aku punya anak. Baru sadar betapa perjuangan orang tuaku begitu beratnya saat aku sendiri punya Anak. Semoga Ada manfaat untuk Anda Semua yang saatnya rindu bertemu dengan orang tua tercinta tetapi merasa belum maksimal dalam berbhakti. Insya Allah masih ada amal jariyah kita sebagai anaknya mendoakan dan lewat sedekah maupun wakaf yang ditujukan kepada orang tua kita

Untuk Bapak….

Bapak..Aku tahu betapa keinginanmu untuk tinggal bersama kami, tetapi terhalang karena kondisi yang tidak memungkinkan. Aku dan Istriku sudah berusaha tapi Engkau mau mengalah tetap tinggal di Rumahmu sendiri.  Aku tahu disaat fisikmu didera sakit 9 tahun dan sakit yang kau derita kami sembunyikan agar engkau tetap semangat untuk sembuh meskipun waktu 9 tahun menurut dokter itu catatan luar biasa untuk sakitmu. aku tahu kau ingin selalu bertanya tentang kabar kesehatanmu. Selalu engkau telpon aku, menanyakan kabarku dan bagaimana keadaanku. Tapi….aku cuman mampu sebulan sekali menjengukmu….

Bapak, Hanya 3 bulan waktuku merawatmu disaat sakitmu semakin parah….Semoga Waktu itu cukup untuk menunjukkan betapa baktiku kepadamu.

Bapak, aku mohon maaf belum bisa menunaikan kewajibanku menyelesaikan studiku. Tapi bapak tidak usah kawatir, anakmu ini tetap bisa Hidup meskipun Kuliahku belum kuselesaikan. Aku sampaikan kepada anak-anakku betapa engkau seorang bapak yang luar biasa, dengan keterbatasan seorang pegawai negeri engkau sekolahkan 4 orang anakmu. Bahkan saudara-saudaramu juga engkau sekolahkan. Aku baru tahu sekarang bahwa Rezeki bukan hanya tentang Rupiah tetapi keberkahan dan kesyukuran atas NikmatNYA.

Bapak, aku bangga disaat terakhirmu, engkau adalah pejuang ditengah kesunyian. Betapa banyak saudara-saudaramu yang engkau angkat derajatnya dan saat aku buntu karena bingung. Mereka semua membantuku. Engkau tahu aku masih belum mampu secara ekonomi saat merawatmu tetapi Allah SWT telah menunjukkan kebesaranNYA. Semua engkau lunasi dengan semua Amal yang tak pernah engkau tampakkan ke banyak orang.  Sepertinya engkau hanya ingin menunjukkan kepadaku, nggak usah mikir…uang . Dan benar….semuanya Allah SWT cukupkan. LUNAS…..

Bapak, aku senang saat memandikan dan mengkafanimu kulihat senyummu, seakan-akan engkau mengucapkan terima kasih dan bangga satu-satunya anak laki-lakimu ini ada disampingmu. Maafkan aku yang tidak kuat diminta untuk Menjadi imam sholat, meskipun itu yang Utama. Terlalu pedih saat itu….

Bapak, sepeninggal engkau aku banyak berubah sikap kepada istri dan anakku, semua keinginan dunia yang dulu pernah aku impikan telah aku letakkan semuanya. Aku sadar…hanya Amal dan anak Sholeh yang akan menyelamatkanku kelak.  Kini kami semua bukan orang yang mengejar target dunia sebagai tujuan. Biarkan Allah SWT cukupkan seperti engkau mengajarkan kepada kami. Terima kasih bapak atas pelajaran hidupnya dan Allah SWT seakan menunjukkan dan merestart kembali hidupku dan keluargaku

Maafkan kami Bapak, sungguh kami berjanji akan terus mendoakan dan beramal untuk Bapak, Hanya itu yang kami lakukan saat ini agar engkau tenang di alam barzah. 

Bapak Meninggal Dunia, Pk. 08.00 WIB, Sabtu 7 Maret 2015

 

Yang Terbaik Bagimu (Jangan Lupakan Ayah) – Ada Band

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *